Minggu, 20 Oktober 2013

Masyarakat Industri Rancaekek



PERUBAHAN MASYARAKAT INDUSTRI

A.      Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat
            Keadaan masyarakat selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Perubahan masyarakat tergantung pada lingkungan yang dijadikan tempat bermukimnya. Kehidupan masyarakat meliputi berbagai aspek yang dapat mendukung kemajuan. Aspek-aspek tersebut saling berhubungan melengkapi kebutuhan masyarakat untuk dapat mencapai kesejahteraan. Perkembangan hidup yang sangat cepat, tentu berpengaruh pada kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Dahulu masyarakat hanya berada pada lingkungan agraris, namun sekarang telah berkembang pada zaman industri.
            Perubahan keadaan lingkungan berpengaruh pada tingkat ekonomi, hubungan sosial, dan budaya masyarakat. Masyarakat agraris yang  cenderung gotong royong dan sederhana, namun masyarakat industri individual dan konsumtif. Perbedaan kondisi ini tentu bukan mejadai pilihan, tetapi bentuk dari perubahan hidup yang memerlukan kebijaksanaan dan kecerdasan. Tingkat kompetisi yang tinggi menjadikan masyarakat di kawasan industri mengalami perubahan aspek yaitu agama, sosial, dan ekonomi.
                 Pabrik Kahatek merupakan pabrik textile yang berada di daerah Rancaekek. Dengan adanya pabrik kahatek ini, maka sangat berpengaruh terhadap perubahan di sekitar, salah satunya kampung bojong reungit. Kampung bojong reungit merupakan sebuah kampung yang berada di belakang kahatek. Dahulu sebelum adanya kahatek, kampung bojong reungit sangatlah sejuk, penuh dengan pepohonan, hamparan sawah yang sangat indah dan luas, sehingga tidak ada kebisingan atau pencemaran sekalipun. Selain itu, mata pencaharian warga bojong reungit hanya terfokus pada sektor pertanian dan hebatnya semua kebutuhan hidup bisa terpenuhi dengan hanya menggantungkan pada lahan pesawahan. Namun, setelah adanya kahatek, perubahan itu semakin terlihat jelas dengan adanya pencemaran air yang berupa limbah yang dihasilkan kahatek sangat mengotori dan merusak area pesawahan warga, sehingga warga kesulitan untuk menggantungkan hidupnya pada lahan pesawahan. Selain itu, udara yang sejuk pun tidak bisa dirasakan lagi akibat adanya polusi udara dari pabrik,
                 Setelah ditelusuri secara mendalam, pendirian kahatek ini menimbulkan 2 dampak, yaitu dampak positif dan dampak negative
1.      Dampak positif adanya pabrik kahatek, diantaranya :
a.       Terbukanya lapangan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran.
b.      Terpenuhinya kebutuhan  hidup
c.       Adanya interaksi dengan kebudayaan lain
d.      Munculnya sarana dan prasarana, seperti : jalan dan transportasi, pasar, toko, bank, perkreditan, perdagangan, dan lain-lain.

2.      Dampak negatif adanya pebrik kahatek, diantaranya :
a.         Limbah yang dihasilkan pabrik sangat merugikan para petani karena area pesawahannya terkontasminasi oleh air limbah sehingga banyak lahan pesawahan yang tidak bisa ditanami lagi.
b.        Pasokan air dari pegunungan semakin berkurang karena sebagian air tersebut diambil oleh kahatek untuk memperlancar industrinya, sehingga warga menjadi kekurangan air.
c.         Terdegradasinya ritual keagamaan. Hal ini terjadi karena sibuknya pekerjaan yang dilakukan di pabrik kahatek, sehingga menguras waktu seseorang untuk melakukan ritual keagamaan.
d.        Munculnya pertentangan dengan adanya para calo ynag meminta uang kepada individu yang ingin bekerja di kahatek.
e.         Lalu lintas di sekitar pabrik kahatek menjadi terhambat dengan adanya para pegawai dan pedagang kaki lima.
f.         Pemukiman semakin sesak dengan adanya pendatang baru.
                  
               Dengan mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya kahatek, maka perubahan sosial pun akan terjadi, diantaranya :
1.      Bidang sosial
a.       Dengan adanya pabrik kahatek maka hubungan interaksi antar individu semakin berkurang karena tersitanya waktu, apalagi dengan adanya giliran kerja/sip. Di kahatek, ada 3 sip, yaitu sip malam, siang siang, dan sip pagi.
b.      Munculnya kerenggangan dalam lingkungan keluarga, dimana hubungan antara orang tua dan anak semakin renggang. Sehingga anak kurang mendapat perhatian orang tuanya.
c.       Beralihnya peran seseorang dalam sebuah keluarga. Misalnya : seharusnya seorang ibu berperan sebagai ibu rumah tangga, namun pada kenyataannya eran ibu berubah menjadi tulang punggung keluarga. Begitupun sebaliknya, peran ayah sebagai tulang punggung keluarga beralih menjadi bapak rumah tangga yang tugasnya membersihkan rumah dan mengurus anak.
d.      Beralihnya pekerjaan masyarakat dari agraris ke sektor industri. Hal ini terjadi karena lahan pesawahan yang semakin menyempit, sehingga mata pencaharian pun beralih ke sektor industri. Selain itu, perubahan pun terjadi dari pendapatan yang dihasilkan karena apabila bekerja di sektor pertanian, maka pendapatan seseorang itu tidak bisa diketahui. Namun ketika seseorang bekerja di pabrik, maka pendapatannya pun mudah diketahui karena adanya gajian 1x2 minggu.
e.       Terjadinya perkawinan dua unsur kebudayaan yang berbeda. Hal ini terjadi karena adanya pendatang dari luar yang bermukim di daerah sekitar rancaekek, contohnya : perkawinan orang sunda dengan orang jawa.
f.       Masalah pendidikan menjadi pusat perhatian. Hal ini terjadi karena adanya pekerjaan yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
g.      Terdegradasinya nilai-nilai keagamaan pada remaja, hal ini dikarenakan kebanyakan karyawan di kahatek itu adalah remaja, sehingga nilai-nilai keagamaan tidak terlalu di perhatikan. Yang ada hanya kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan yang bersifat materi saja. Sehingga jarang sekali remaja yang aktif dalam masalah keagamaan.

2.      Bidang ekonomi
a.       Perubahan mata pencaharian dari agraris ke industri
b.      Dengan adanya pabrik kahatek maka dapat membantu perekonomian seseorang dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Karena di daerah bojong reungit saja hampir 92% bekerja di kahatek. Mata pencaharian pun bertambah dengan adanya kahatek ini, diantarana : pedagang, pengasuh, penyewaan rumah, dsb.
c.       Pemenuhan kebutuhan hidup semakin mudah dengan adanya kemajuan sarana dan prasarana

3.      Bidang lingkungan
a.       Munculnya pabrik menimbulkan pencemaran air berupa limbah yang dihasilkan pabrik kahatek, sehingga banyak sekali pesawahan yang tercemar oleh air limbah sehingga laham pesawahannya tidak bisa di tanami lagi.
b.      Adanya polusi udara akibat asap yang dikeluarkan dari pabrik, sehingga sangat sulit untuk bisa menghidup udara segar lagi.
c.       Perubahan lahan pesawahan menjadi perumahan menyebabkan pepohonan harus di tumbang sehingga dengan sedikitnya pepohonan, maka resapan air hujan menjadi terhambat. Dan akhirnya menimbulkan banjir.
d.      Banyaknya sampah yang dihasilkan karena banyaknya penduduk yang dari ke hari selalu bertambah. Dengan adanya sampah yang berserakan, maka tidak dapat dipungkiri lingkungan menjadi tercemar, sehingga lingkungan menjadi rusak dan menyebabkan udara menjadi tidak segar lagi.

B.       Kondisi Keagamaan dan Budaya Masyarakat
     Masyarakat yang berada di kawasan industri baik yang bekerja bidang industri, maupun yang ada di  dekat kawasan tersebut mempunyai tingkat rutinitas yang berbeda dengan masyarakat agraris. Perubahan itu terjadi pada berbagai aspek yang saling berhubungan di kehidupan masyarakat. Aspek tersebut seperti keagamaan dan budaya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang ada  di masyarakat. Kondisi masyarakat industri memiliki tingkat kesibukan yang tinggi, hal itu dapat dilihat  dengan beroperasinya pabrik 24 jam. Keadaan ini sesuai dengan masyarakat di  Rancaekek, Kabupaten Bandung yang memilki  tingkat aktifitas yang tinggi.
     Tingkat kesibukan yang tinggi berpengaruh pada keagamaan masyarat. Kesibukan dihasilkan dari lingkungan industri yang mempunyai jam kerja panjang, sehingga berpengaruh pada aktifitas masyarakat. Menurut teori dominasi geografis, lingkungan akan membentuk sikap masyarakat, begitu pula pada masyarakat industri yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Lingkungan industri yang sibuk dan ketat mempunyai  ruang yang sempit untuk daapat melakukan aktifitas lain. Rutinitas yang telah menjadi aturan memaksa masyarakat untuk patuh, hal itu mempersulit untuk melakukan hal lain, bahkan ibadah ghairmagdhoh.
     Dalam aspek keagamaan, masyarakat industri diberikan waktu yang singkat untuk melakukan kewajiban itu oleh pihak pabrik. Misalnya, masyarakat yang bekerja pada pukul 08.00-16.00 diberikan waktu istirahat pada pukul 12.00 dan selesai pukul 13.00. waktu itu harus cukup untuk makan siang, shalat dan istirahat. Setiap hari melakukan aktifitas tersebut sehingga waktu yang dimiliki sangat sempit. Ada yang hilang dari segi spiritual, asalnya dekat dengan Tuhan tetapi menjadi jauh. Ritual keagamaan menjadi sulit untuk dilaksanakan, karena rutinitas yang sibuk. Ketika libur bekerja, tentu masyarakat membutuhkan hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran. Di waktu libur itu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, namun di masyarakat tersebut digunakan untuk pergi ke tempat lain, seperti mall, bioskop dan lain-lain. Tidak hanya pada diri sendiri, keluarga pun memiliki keagamaan yang kurang. Lingkungan pun seolah mendukung pada perubahan tersebut, hal itu dikarenakan kurang tersedianya lembaga dan kegiatan kegamaan. Perubahan itu dipengaruhi oleh agen sosialisasi sesuai dengan pendapat Fuller dan Jacobs (1973: 168-208) menyatakan bahwa, agen sosialisasi, seperti keluarga, kelompok bermain, media massa, dan sistem pendidikan.  
Perubahan yang terjadi, tidak hanya pada agama saja budaya pun mengalami perubahan. Budaya di masyarakat industri seperti di malam hari masih banyak masyarakat yang melakukan aktifitas, pria maupun wanita baik yang bekerja maupun yang berdagang. Di siang atau pagi hari banyak yang tidur untuk mempersiapkan kesiapan fisik di malam hari. Kebudayaan dan culture berasal dari kata sanskerta yaitu buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan, hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi-daya yang berarti daya dari budi (A. Hoebel,  1958: 152-153). Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat,  2002:180). Dengan berubahnya aktifitas masyarakat maka akan menghasilkan budaya yang berbeda.
Masyarakat industri memiliki sifat saling memahami, misalnya ketika seorang perempuan yang masih beraktifitas di malam hari tidak dipandang sebelah mata. Disana telah saling mengetahui bahwa hal tersebut lumrah ada dan sudah menjadi rutinitas. Selain itu, banyak perempuan yang bekerja sedangkan laki-laki mengurus rumah dan memilih untuk mencari pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Hal itu disebabkan sulitnya mencari pekerjaan untuk laki-laki. Perempuan lebih mudah dan tidak banyak menuntut pada perusahaan berbeda dengasn laki-laki, maka banyask perusahaan yang menggunakan jasa perempuan. Tidak hanya itu, anak-anak mereka pun banyak disekolahkan pada pesantren atau boarding school.
Sikap masyarakat industri juga cenderung konsumtif, sehingga dari segi  gaya hidup pun mengikuti perkembangan zaman. Perekonomian yang meningkat seakan mendorong untuk kegiatan tersebut. Contohnya pada cara berpakaian, dahulu memakai pakaina yang minim dan ketat merupakan hal yang tabu, namun sekarang seolah mejadi kebiasaan. Selain itu dalam menggunakan alat teknologi pun memilih untuk terus update pada perkembangan teknologi. Dengan kesibukan yang tinggi, sehingga sulit untuk mengadakan kegiataan untuk bersosialisasi.

C.    Peluang Bisnis
Sejalan dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat, maka banyak peluang dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, diantaranya :
1.         Penyewaan rumah. Penyewaan rumah ini sangat cocok sekali untuk menambah pendapatan karena dengan adanya pabrik di sekitar kahatek ini, maka banyak penduduk yang bermukim di daerah sekitar rancaekek. Sehingga penyewaan rumah sangat mudah untuk dilakukan.
2.      Penitipan anak. Dengan kesibukan para pegawai kahatek, maka bagi keluarga yang jauh dari keluarganya, biasanya membutuhkan jasa penitipan anak. Hal ini terjadi karena ibu dan ayahnya bekerja sedangkan anaknya tidak ada yang mengurusnya sehingga jasa penitipan anak sangat cocok untuk dilakukan.
3.      Pengkreditan pakaian dan peralatan rumah tangga
4.      Laundry
5.      Penjualan pulsa / counter
6.      Pendirian warung
7.      Jasa pijat
8.      Konsultan Jiwa
9.      Tempat wisata
10.  Boarding school atau pesantren
11.  Bimbingan belajar dan mengaji
12.  Penyedia jasa pembantu rumah tangga dan satpam
13.  Jasa kebersihan rumah
14.  Catering
15.  Event organizer

Referensi:
A. Hoebel. 1958.  Man in the Primitive World, An Introduction to Antropology. New York: Mc Graw Hill
Koentjaraningrat. 2002.  Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Soerjono Soekanto. 2006. Pengantar Ilmu Sosiologi. Jakarta: Rajawali Perss
                                        

2 komentar: