PERUBAHAN MASYARAKAT INDUSTRI
A. Kondisi
Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Keadaan
masyarakat selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Perubahan
masyarakat tergantung pada lingkungan yang dijadikan tempat bermukimnya.
Kehidupan masyarakat meliputi berbagai aspek yang dapat mendukung kemajuan.
Aspek-aspek tersebut saling berhubungan melengkapi kebutuhan masyarakat untuk
dapat mencapai kesejahteraan. Perkembangan hidup yang sangat cepat, tentu
berpengaruh pada kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Dahulu
masyarakat hanya berada pada lingkungan agraris, namun sekarang telah
berkembang pada zaman industri.
Perubahan
keadaan lingkungan berpengaruh pada tingkat ekonomi, hubungan sosial, dan
budaya masyarakat. Masyarakat agraris yang
cenderung gotong royong dan sederhana, namun masyarakat industri
individual dan konsumtif. Perbedaan kondisi ini tentu bukan mejadai pilihan,
tetapi bentuk dari perubahan hidup yang memerlukan kebijaksanaan dan
kecerdasan. Tingkat kompetisi yang tinggi menjadikan masyarakat di kawasan
industri mengalami perubahan aspek yaitu agama, sosial, dan ekonomi.
Pabrik
Kahatek merupakan pabrik textile yang berada di daerah Rancaekek. Dengan adanya
pabrik kahatek ini, maka sangat berpengaruh terhadap perubahan di sekitar,
salah satunya kampung bojong reungit. Kampung bojong reungit merupakan sebuah
kampung yang berada di belakang kahatek. Dahulu sebelum adanya kahatek, kampung
bojong reungit sangatlah sejuk, penuh dengan pepohonan, hamparan sawah yang
sangat indah dan luas, sehingga tidak ada kebisingan atau pencemaran sekalipun.
Selain itu, mata pencaharian warga bojong reungit hanya terfokus pada sektor
pertanian dan hebatnya semua kebutuhan hidup bisa terpenuhi dengan hanya
menggantungkan pada lahan pesawahan. Namun, setelah adanya kahatek, perubahan
itu semakin terlihat jelas dengan adanya pencemaran air yang berupa limbah yang
dihasilkan kahatek sangat mengotori dan merusak area pesawahan warga, sehingga
warga kesulitan untuk menggantungkan hidupnya pada lahan pesawahan. Selain itu,
udara yang sejuk pun tidak bisa dirasakan lagi akibat adanya polusi udara dari
pabrik,
Setelah
ditelusuri secara mendalam, pendirian kahatek ini menimbulkan 2 dampak, yaitu
dampak positif dan dampak negative
1.
Dampak
positif adanya pabrik kahatek, diantaranya :
a.
Terbukanya
lapangan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran.
b.
Terpenuhinya
kebutuhan hidup
c.
Adanya
interaksi dengan kebudayaan lain
d.
Munculnya
sarana dan prasarana, seperti : jalan dan transportasi, pasar, toko, bank,
perkreditan, perdagangan, dan lain-lain.
2.
Dampak
negatif adanya pebrik kahatek, diantaranya :
a.
Limbah
yang dihasilkan pabrik sangat merugikan para petani karena area pesawahannya
terkontasminasi oleh air limbah sehingga banyak lahan pesawahan yang tidak bisa
ditanami lagi.
b.
Pasokan
air dari pegunungan semakin berkurang karena sebagian air tersebut diambil oleh
kahatek untuk memperlancar industrinya, sehingga warga menjadi kekurangan air.
c.
Terdegradasinya
ritual keagamaan. Hal ini terjadi karena sibuknya pekerjaan yang dilakukan di
pabrik kahatek, sehingga menguras waktu seseorang untuk melakukan ritual
keagamaan.
d.
Munculnya
pertentangan dengan adanya para calo ynag meminta uang kepada individu yang
ingin bekerja di kahatek.
e.
Lalu
lintas di sekitar pabrik kahatek menjadi terhambat dengan adanya para pegawai
dan pedagang kaki lima.
f.
Pemukiman
semakin sesak dengan adanya pendatang baru.
Dengan
mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya kahatek, maka perubahan sosial
pun akan terjadi, diantaranya :
1.
Bidang
sosial
a.
Dengan
adanya pabrik kahatek maka hubungan interaksi antar individu semakin berkurang
karena tersitanya waktu, apalagi dengan adanya giliran kerja/sip. Di kahatek,
ada 3 sip, yaitu sip malam, siang siang, dan sip pagi.
b.
Munculnya
kerenggangan dalam lingkungan keluarga, dimana hubungan antara orang tua dan
anak semakin renggang. Sehingga anak kurang mendapat perhatian orang tuanya.
c.
Beralihnya
peran seseorang dalam sebuah keluarga. Misalnya : seharusnya seorang ibu
berperan sebagai ibu rumah tangga, namun pada kenyataannya eran ibu berubah
menjadi tulang punggung keluarga. Begitupun sebaliknya, peran ayah sebagai
tulang punggung keluarga beralih menjadi bapak rumah tangga yang tugasnya
membersihkan rumah dan mengurus anak.
d.
Beralihnya
pekerjaan masyarakat dari agraris ke sektor industri. Hal ini terjadi karena
lahan pesawahan yang semakin menyempit, sehingga mata pencaharian pun beralih
ke sektor industri. Selain itu, perubahan pun terjadi dari pendapatan yang
dihasilkan karena apabila bekerja di sektor pertanian, maka pendapatan
seseorang itu tidak bisa diketahui. Namun ketika seseorang bekerja di pabrik,
maka pendapatannya pun mudah diketahui karena adanya gajian 1x2 minggu.
e.
Terjadinya
perkawinan dua unsur kebudayaan yang berbeda. Hal ini terjadi karena adanya
pendatang dari luar yang bermukim di daerah sekitar rancaekek, contohnya :
perkawinan orang sunda dengan orang jawa.
f.
Masalah
pendidikan menjadi pusat perhatian. Hal ini terjadi karena adanya pekerjaan
yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
g.
Terdegradasinya
nilai-nilai keagamaan pada remaja, hal ini dikarenakan kebanyakan karyawan di
kahatek itu adalah remaja, sehingga nilai-nilai keagamaan tidak terlalu di
perhatikan. Yang ada hanya kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan yang bersifat
materi saja. Sehingga jarang sekali remaja yang aktif dalam masalah keagamaan.
2.
Bidang
ekonomi
a.
Perubahan
mata pencaharian dari agraris ke industri
b.
Dengan
adanya pabrik kahatek maka dapat membantu perekonomian seseorang dengan
terbukanya lapangan pekerjaan. Karena di daerah bojong reungit saja hampir 92%
bekerja di kahatek. Mata pencaharian pun bertambah dengan adanya kahatek ini,
diantarana : pedagang, pengasuh, penyewaan rumah, dsb.
c.
Pemenuhan
kebutuhan hidup semakin mudah dengan adanya kemajuan sarana dan prasarana
3.
Bidang
lingkungan
a.
Munculnya
pabrik menimbulkan pencemaran air berupa limbah yang dihasilkan pabrik kahatek,
sehingga banyak sekali pesawahan yang tercemar oleh air limbah sehingga laham
pesawahannya tidak bisa di tanami lagi.
b.
Adanya
polusi udara akibat asap yang dikeluarkan dari pabrik, sehingga sangat sulit
untuk bisa menghidup udara segar lagi.
c.
Perubahan
lahan pesawahan menjadi perumahan menyebabkan pepohonan harus di tumbang
sehingga dengan sedikitnya pepohonan, maka resapan air hujan menjadi terhambat.
Dan akhirnya menimbulkan banjir.
d.
Banyaknya
sampah yang dihasilkan karena banyaknya penduduk yang dari ke hari selalu
bertambah. Dengan adanya sampah yang berserakan, maka tidak dapat dipungkiri
lingkungan menjadi tercemar, sehingga lingkungan menjadi rusak dan menyebabkan
udara menjadi tidak segar lagi.
B. Kondisi
Keagamaan dan Budaya Masyarakat
Masyarakat yang berada di kawasan industri
baik yang bekerja bidang industri, maupun yang ada di dekat kawasan tersebut mempunyai tingkat
rutinitas yang berbeda dengan masyarakat agraris. Perubahan itu terjadi pada berbagai
aspek yang saling berhubungan di kehidupan masyarakat. Aspek tersebut seperti
keagamaan dan budaya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yang
ada di masyarakat. Kondisi masyarakat
industri memiliki tingkat kesibukan yang tinggi, hal itu dapat dilihat dengan beroperasinya pabrik 24 jam. Keadaan
ini sesuai dengan masyarakat di
Rancaekek, Kabupaten Bandung yang memilki tingkat aktifitas yang tinggi.
Tingkat
kesibukan yang tinggi berpengaruh pada keagamaan masyarat. Kesibukan dihasilkan
dari lingkungan industri yang mempunyai jam kerja panjang, sehingga berpengaruh
pada aktifitas masyarakat. Menurut teori dominasi geografis, lingkungan akan
membentuk sikap masyarakat, begitu pula pada masyarakat industri yang
dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Lingkungan industri yang sibuk dan
ketat mempunyai ruang yang sempit untuk
daapat melakukan aktifitas lain. Rutinitas yang telah menjadi aturan memaksa
masyarakat untuk patuh, hal itu mempersulit untuk melakukan hal lain, bahkan
ibadah ghairmagdhoh.
Dalam
aspek keagamaan, masyarakat industri diberikan waktu yang singkat untuk
melakukan kewajiban itu oleh pihak pabrik. Misalnya, masyarakat yang bekerja
pada pukul 08.00-16.00 diberikan waktu istirahat pada pukul 12.00 dan selesai
pukul 13.00. waktu itu harus cukup untuk makan siang, shalat dan istirahat.
Setiap hari melakukan aktifitas tersebut sehingga waktu yang dimiliki sangat
sempit. Ada yang hilang dari segi spiritual, asalnya dekat dengan Tuhan tetapi
menjadi jauh. Ritual keagamaan menjadi sulit untuk dilaksanakan, karena
rutinitas yang sibuk. Ketika libur bekerja, tentu masyarakat membutuhkan
hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran. Di waktu libur itu dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, namun di masyarakat tersebut digunakan
untuk pergi ke tempat lain, seperti mall, bioskop dan lain-lain. Tidak hanya
pada diri sendiri, keluarga pun memiliki keagamaan yang kurang. Lingkungan pun
seolah mendukung pada perubahan tersebut, hal itu dikarenakan kurang
tersedianya lembaga dan kegiatan kegamaan. Perubahan itu dipengaruhi oleh agen
sosialisasi sesuai dengan pendapat Fuller dan Jacobs (1973: 168-208) menyatakan bahwa, agen
sosialisasi, seperti keluarga, kelompok bermain, media massa, dan sistem
pendidikan.
Perubahan yang terjadi, tidak
hanya pada agama saja budaya pun mengalami perubahan. Budaya di masyarakat
industri seperti di malam hari masih banyak masyarakat yang melakukan
aktifitas, pria maupun wanita baik yang bekerja maupun yang berdagang. Di siang
atau pagi hari banyak yang tidur untuk mempersiapkan kesiapan fisik di malam
hari. Kebudayaan dan culture berasal dari kata sanskerta yaitu buddhayah,
yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan
demikian kebudayaan dapat diartikan, hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi-daya yang
berarti daya dari budi (A. Hoebel, 1958: 152-153). Kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 2002:180). Dengan berubahnya aktifitas masyarakat
maka akan menghasilkan budaya yang berbeda.
Masyarakat industri memiliki sifat
saling memahami, misalnya ketika seorang perempuan yang masih beraktifitas di
malam hari tidak dipandang sebelah mata. Disana telah saling mengetahui bahwa hal
tersebut lumrah ada dan sudah menjadi rutinitas. Selain itu, banyak perempuan
yang bekerja sedangkan laki-laki mengurus rumah dan memilih untuk mencari
pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Hal itu disebabkan sulitnya mencari
pekerjaan untuk laki-laki. Perempuan lebih mudah dan tidak banyak menuntut pada
perusahaan berbeda dengasn laki-laki, maka banyask perusahaan yang menggunakan
jasa perempuan. Tidak hanya itu, anak-anak mereka pun banyak disekolahkan pada
pesantren atau boarding school.
Sikap masyarakat industri juga
cenderung konsumtif, sehingga dari segi
gaya hidup pun mengikuti perkembangan zaman. Perekonomian yang meningkat
seakan mendorong untuk kegiatan tersebut. Contohnya pada cara berpakaian,
dahulu memakai pakaina yang minim dan ketat merupakan hal yang tabu, namun
sekarang seolah mejadi kebiasaan. Selain itu dalam menggunakan alat teknologi pun
memilih untuk terus update pada perkembangan teknologi. Dengan kesibukan
yang tinggi, sehingga sulit untuk mengadakan kegiataan untuk bersosialisasi.
C. Peluang
Bisnis
Sejalan dengan
pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat, maka banyak peluang dalam
mengembangkan jiwa kewirausahaan, diantaranya :
1.
Penyewaan
rumah. Penyewaan rumah ini sangat cocok sekali untuk menambah pendapatan karena
dengan adanya pabrik di sekitar kahatek ini, maka banyak penduduk yang bermukim
di daerah sekitar rancaekek. Sehingga penyewaan rumah sangat mudah untuk
dilakukan.
2.
Penitipan
anak. Dengan kesibukan para pegawai kahatek, maka bagi keluarga yang jauh dari
keluarganya, biasanya membutuhkan jasa penitipan anak. Hal ini terjadi karena
ibu dan ayahnya bekerja sedangkan anaknya tidak ada yang mengurusnya sehingga
jasa penitipan anak sangat cocok untuk dilakukan.
3.
Pengkreditan
pakaian dan peralatan rumah tangga
4.
Laundry
5.
Penjualan
pulsa / counter
6.
Pendirian
warung
7.
Jasa
pijat
8.
Konsultan
Jiwa
9.
Tempat
wisata
10.
Boarding
school atau pesantren
11.
Bimbingan
belajar dan mengaji
12.
Penyedia
jasa pembantu rumah tangga dan satpam
13.
Jasa
kebersihan rumah
14.
Catering
15.
Event
organizer
Referensi:
A.
Hoebel. 1958. Man in the Primitive World,
An Introduction to Antropology. New York: Mc Graw Hill
Koentjaraningrat.
2002. Pengantar Ilmu Antropologi.
Jakarta: Rineka Cipta
Soerjono
Soekanto. 2006. Pengantar Ilmu Sosiologi. Jakarta: Rajawali Perss
nano titanium ionic straightening iron bar - iTanium Art
BalasHapusThe titanium dental implants and periodontics nano titanium ionic used ford edge titanium straightening iron bar is ideal for titanium earrings hoops iron and other surfaces. It works fine for the heavy metals. Its titanium straightener weight and titanium plumbing shape can vary
k436g8osjpn452 Discreet Vibrators,dildo,wholesale sex toys,Butterfly Vibrator,vibrators,dildo,bullets and eggs,vibrators,prostate massagers w117h7mryif500
BalasHapus