Minggu, 20 Oktober 2013

Shelter Trans Metro Bandung




Shelter Trans Metro Bandung di Jalan Soekarno Hatta yang disediakan oleh pemerintah daerah Kota Bandung terbengkalai, tanpa ada perhatian dari pihak terkait. Shelter itu dibangun untuk memudahkan penumpang memakai TMB. Pembangunan shelter belum selesai secara maksimal, hal itu dapat dilihat dari kondisi shelter-shelter yang ada. Pembangunan shelter TMB menjadi terbengkalai, sehingga dijadikan tempat tinggal bagi pengemis, gelandangan, dan pengamen. Para pihak tersebut mengguanakan tempat ini untuk aktifitas mereka, sehingga mengganggu kenyamanan. Shelter TMB seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah masyarakat dalam dinamisasinya. Namun, fakta yang ada ternyata shelter hanya dibangun begitu saja tanpa ada pemanfaatan dan perhatian yang diberikan. Perhatian yang seharusnya dapat memelihara dan menjaga shelter menjadi hal yang mustahil diberikan.
Pembangunan shelter TMB menjadi penghamburan anggaran, karena tidak dipergunakan selayaknya untuk memudahkan transportasi massa. Pembangunan ini dilaksanakan beberapa tahun yang lalu, namun di tahun itu pula shelter itu mengalami keterpurukan. Akibat dari kurangnya perhatian itu menjadikan tempat ini disfungsi. Selain menghamburkan anggaran, juga dapat memancing hal-hal kejahatan terjadi di shelter tersebut. Kondisi ini juga mengganggu tatanan Kota Bandung. Daerah yang diharapkan bersih dan rapi, harus terganggu oleh adanya hal ini. Shelter TMB perlu adanya revitalisasi, sehingga dapat mengembalkan fungsinya.
Entah apa yang ada di pikiran pemerintah sehingga tidak memberikan perhatian yang seharusnya pada hal ini. Pembangunan hanya dibiarkan begitu saja, sehingga shelter hanya menjadi bangunan kumuh yang ada di sekitar kota. Keadaan ini akan memberikan dampak negatif pada pemerintahan dan tatanan daerah. Pemerintah terlihat tidak bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pembangunan ini. Shelter dibangun tanpa diselesaikan dan dipelihara, sehingga pemerintah hanya sebatas melaksanakan tugas dalam bentuk realisasi program saja tanpa ada tanggung jawab sosial. Trans Metro Bandung merupakan sarana yang diberikan pemerintah untuk memudahkan dalam memberi akses kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, sarana ini juga dapat mengurangi beban hidup masyarakat. Namun ada kondisi lain yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mewujudkan hal ini. Pemerintah harus lebih ekstra memperhatikan kebutuhan masyarakat, sehingga akan tercipta tujuan yang diharapkan.
Kondisi shelter dapat dianggap sebagai pengundang hal-hal yang melanggar aturan, karena jika dibiarkan begitu saja akan digunakan oleh pihak lain yang bukan haknya. Tempat ini harus dijadikan sarana yang dapat membantu masyarakat dalam menagakses kendaraan. Tujuan dari pembangunan shelter ini juga perlu dikaji kembali, apakah hanya sebatas pelaksanaan kegiatan atau hal lain yang ada. Keadaan shelter ini menjadi jajaran bangunan kumuh yang ada di kota ini. Masyarakat harus lebih peduli terhadap keadaan lingkungan, karena akan menjadi kontrol sosial bagi pemerintah.    





Identitas Diri

Nama                                : Aas Sadiah
Tempat,tanggal lahir        : Bandung, 25 April 1992
Alamat                             : Kp. Citapen RT 06 RW 18, Ds. Rajamandalakulon,   Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat
No. HP                             : 085721374943
Pekerjaan                           : Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam   Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar